Minggu, 19 Mei 2013

Makalah Fungsi Luhur


DAFTAR ISI


Daftar Isi.........................................................................................................     1
Kata Pengantar................................................................................................    2

BAB I PENDAHULUAN
1.1            Latar Belakang...........................................................................       3
1.2            Rumuasan Masalah....................................................................      3
1.3            Tujuan........................................................................................      3

BAB II PEMBAHASAN
         
          2.1     Pengertian Fungsi Luhur............................................................       4
          2.2     Pembagian Fungsi Luhur  .........................................................       4
2.3     Gangguan Fungsi Luhur ...........................................................        8

BAB III PENUTUP
          3.1     Kesimpulan  ..............................................................................       11
          3.2     Saran  ........................................................................................      11

Laporan Hasil Diskusi ...................................................................................     12
Daftar Pustaka..................................................................................................  13









KATA PENGANTAR

                Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberi rahmat dan kesehatan kepada kami sehingga kami dapat mendiskusikan dan menyelesaikan makalah dengan judul materi “Fungsi Luhur“ yang diambil dari salah satu materi perkuliahan yaitu  Dasar – Dasar Neurologi.
           
            Didalam makalah ini penulis membahas mengenai fungsi luhur yang merupakan salah satu dari materi perkuliahan dasar – dasar neurologi.
           
            Mudah – mudahan dengan mempelajari materi – materi yang ada dalam makalah ini menambah wawasan pembaca mengenai materi yang di paparkan sebagai salah satu materi pokok dalam mata kuliah Dasar – Dasar Neurologi .     
           
            Penulis juga sangat mengharapkan kritik dan saran pembaca,agar nantinya penulis dapat memperbaiki kesalahan – kesalahan dan kekurangan pada makalah ini.
                                                                             
                                                                            
                                                                            

                                                                            
                                                                                    




                                                                                         Padang , 29 Maret 2013
                                                                                               



                                                                                                                                                                                                                                                                Penulis





BAB II
PEMBAHASAN

1.1    Latar Belakang
            mata kuliah dasar – dasar neurologi kita harus mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan neurologi atau ilmu yang mempelajari saraf,pengetahuan ini nantinya juga sangat berguna bagi para calon pendidik,terutama untuk pendidikan luar biasa.Karna anak yang terlahir dengan kebutuhan khusus sangat di pengaruhi oleh keaadan neurologi mereka,dan hal tersebutlah yang melatarbelakangi kenapa materi ini wajib untuk di pahami dan di mengerti.Karna nantinya kita akan melihat fakta – fakta di lapangan mengenai anak – anak yang mengalami kebutuhan khusus tersebut,dan kita nantinya juga dapat mengetahui saraf apa terganggu pada tubuh mereka.Untuk mengetahui itu kita perlu mempelajari dan memahami sistem saraf itu sendiri,dan juga bagian – bagian dari saraf itu sendiri serta fungsi masing – masing dari bagian saraf tersebut . Khususnya dalam makalah ini yang akan membahas mengenai salah satu materi dalam mata kuliah dasar – dasar neurologi yaitu mengenai fungsi luhur. Sehingga nantinya ketika kita sebagai pendidik turun kelapangan dan melihat fakta yang terjadi mengenai anak – anak yag mengalami khusus kita tahu,apa yang menyebabkan mereka seperni ini, dan fungsi luhur  apa yag terganggu pada peserta didik kita nantinya.

1.2 Rumusan Masalah

a.    Apa itu fungsi luhur ?
b.    Apa saja pembagian fungsi luhur ?
c.    Gangguan atau kelainan fungsi luhur ?

1.3Tujuan

            Setelah mempelajari materi dalam makalah ini nantinya pembaca dapat mengetahui bapa itu fungsi luhur dan apa fungsi luhur apa yang terganggu sehingga menyebabkan adanya kelaianan dan gangguan pada anak berkebutuhan khusus .           






BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Fungsi Luhur
Fungsi luhur ialah otak yang menyebabkan manusia berkomunikasi satu sama lain melalui bicara, menulis, dan gerak isyarat. Yang dimaksud dengan fingsi luhur yaitu:
1.      Fungsi bahasa
2.      Fungsi Persepsi
3.      Fungsi Memori
4.      Fungsi Emosi
5.      Fungsi kognitif
Fungsi luhur dipakai untuk menetapkan diagnosis dan rehabilitasi pasien dengan penyakit otak pada kerusakan otak. Manusia nor,al dapat melakukan gerakan dan tindakan tanpa diajarkan seperti duduk, jongkok, berdiri yang juga dijumpai pada binatang, fungsi-fungsi ini disebut fungsi dasar atau fungsi asor.
Fungsi motorik seperti bicara, menulis, membaca. Mengetik dan mameinkan alat-alat musik atau alat lainnya termasuk fungsi luhur. Dengan kata lain mengerti apa yang ditangkap panca indra, membuat simbol-simbol, membuat dan manjalankan alat-alat terjadi melalui proses belajar. Fungsi-fungsi ini dimungkinkan oleh adanya perkembangan kortex cerebri yang lebih sempurna.

2.2    Pembagian Fungsi Luhur
     Fungsi luhur terdiri dari:
1.    Fungsi Bahasa
           Bahasa merupakan alat komunikasi. Bahasa terdiri dari bahasa verbal (ucapan), bahasa visual (tulisan). Untuk sebagain besar orang, pusat bahasa terletak dibagian hemisfer otak kiri, yang disebut juga sebagai hemisfer dominan.
Tangan kanan              : 95 % pusat bahasa dihemisfer kiri
                                          5 % dihemisfer kanan.
Tangan kiri                  : 70 % pusat bahsa di hemisfer kiri
                                          15 % di hemisfer kanan
                                          15 % di hemisfer bilateral (kanan kiri).

    Secara anatomis ada 3 daerah utama otak untuk fungsi bahasa, yaitu:
a.    Dua daerah reseptif, yaitu:
1)   Area wenicke  merupakan daerah reseptif untuk bahsa yang didengar.
2)   Area garis anggularis merupakan daerah reseptif untuk bahyasa yang dilihat. Seseorang dapat terganggu wicaranya saja atau terganggu bahasa saja. Berbedaannya yaitu gangguan wicara bersifat perifer, disebabkan kelainan saraf perifer, otot, dan struktur yang dipakai bicara. Sedangkan gangguan bahasa sifatnya sentral, disebabkan oleh kelainan kortexs cerebri (fungsi luhur).
b.    Suatu daerah yang berfungsi ekspresif, area brocca untuk bicara.
Hubungan antara area werniceke dan area brocca melalui serabut fasikulus arkuatus. Aspek fektif bahasa meliputi yaitu: inotasi bicara dan emosi ekspresi, pusat bahasa efektif bahasa terdapat pada hemisfer dominan (homologi dengan area wernike dan area brocca, dihemisfer dominan).

Kerusakan pada daerah temporaal non dominan yang homolog dengan area wernike akan terjadi gangguan dalam lagu kalimat. Kerusakan pada daerah brocca akan menjadi dominan yang homolog dengan area brocca akan menjadi gngguan emosi ekspresi dalam bicara. Bila ada kerusakan hemisfer dominan tidak ada kesulitan dalam bahasa non verbal, seperti menggunakan isyarat muka, dan tangan sewaktu bicara.
            Bila ada gangguan hemisfer non dominan masih dapat berbahasa dengan tata bahasa yang benar, tapi tampak berbahasa tanpa lagu kalimat, monoton tanpa penekanan dan tidak mampu menggunakan isyarat muka, dan tangan sewaktu bicara.
Bila ada gangguan pada hemisfer dominan akan terjadi afasia, yaitu:
a.    Ketidakmampuan untuk mengerti bahasa (afasia wernieke-afasia sensorik) seperti berikutr ini:
1)   Tidak mengerti bahasa ucapan maupun bahasa lisan.
2)   Tidak dapoat mengulang kata-kata
3)   Tidak dapat memberi nama benda
4)   Tidak bisa membaca dan menulis
b.    Ketidakmampuan untuk mengeluarkan bahasa (afasia brocca-afasia motorik), seperti:
1)   Berbicara tidak lancar
2)   Kesulitan mengeluarkan kata-kata
3)   Tidak dapat mengulang kata-kata yang didengar
4)   Tidak dapat memberi nama benda walaupun masih mengenal benda tersebut.

            Pengenalan pusat asosiasi dijumpai dalam hipokampus lobus temporal sebagai memori. Apa yang terjadi pada rangkaian di atas untuk kognisi berikut:
1.    Resepsi (penerimaan)
2.    Persepsi (pengenalan)
3.    Storage (penyimpanan)
Misalnya pengenalan pada bunga mawar:
a)    Indra penghidu: bunga itu harum
b)   Indra penglihatan: berwarna merah, putih berdau n, bunga yang banyak tersusun dalam lingkaran.
c)    Indra perabaan: daun bunga terasa timbul dan halus
d)   Emosi: timbul rasa sayang

            Maka kalu kita melihat bunga tersebut  kita menyebutnya bunga mawar. Setelah pengenalan di atas , maka setiap kali kita melihat bunga mawar, timbul asosiasi yang telah kita kenal secara serempak, afasia adalah gangguan fungsi bahasa dan biasanya tanpa gangguan fungsi luhur lainnya seperti gangguan persepsi, memori, emosi, kognitif. Disini  letak perbedaannya dengan dimentia yang mengalami semua gangguan pada fungsi luhur. Afasia dibagi dalam 2 golongan besar, yaitu afasia tak lancar dan afasi lancar. Langkah-langkah penetapan afasia yaitu:
a)    Menentukan bahasa yang dikuasai pasien
b)   Menentukan kecekatan tangan (kanan/kiri)
c)    Menetapkan afasia lancar atau afasia tak lancar
d)   Menetapkan jenis afasia
e)    Menetapkan fungsi-fungsi luhur lainnya ( persepsi, memori, emosi, koognitif).
f)    Menetapkan dengan tes formal (token test, peabody vocabulary test, boston diagnostic aphasia test).
g)   Menetapkan fungsi luhur lainnya dengan formal (test pisikomotorik).

2.      Fungsi Memori
Memori yaitu kemampuan seseorang untuk menyimpan informasi/pengenalan untuk di kemukakan suatu saat. Mekanisme memori terjadi melalui tiga tahap yaitu:
a.    Resepsi
               Informasi diterima dan dicatat oleh pusat otak primer, seperti pengliheten atau perabaan. Penyimpanan sangat singfkat dan bersifat temporer.


b.    Retensi
          Informasi lebih lama dan lebih permanen. Ini disebabkan oleh informasi dan pengalaman terjadi berulang-ulang.
c.    Recall
               Proses mengingat kembali informasi yang disimpan.

Ada tiga bentuk memorial sebagi berikut ini:
a.    Immediate memori
                             Memory ytang berlangsung sangat singkatdan hanya beberapa detik saja, misalnya mengulang kata-kata.
b.    Recent memory
                             Yaitu mempry yang disimpan dalam waktu yang bebrapa menit, jam atau hari.  Mudah dilupakan dan kadang-kadang sukar diingat kembali misalnya mengingatnama orang tua atau nomor telepon.
c.    Remote memory
                             Yaitu yang tidak berakar, sukar dilupakan seperti nama sendiri, nama orang tua, tanggal lahir dan sebagainya.

Struktur anatomi dalam penyimpanan memori adalah:
a.    Pusat otak primer dan aosiasi ialah korteks serebri, beerperan dalam penyimpanan remot memori.
b.    Sub korteks
1)   Hipokampus, bagian lobus temporalis
2)   Sistem linbik
            Berperan dalam penyimpanan rrecen memory

3.      Fungsi Emosi
     Yang termasuk emosi yaitu rasa senang, marah, sedih, takut, kasih sayang, dll. Emosi penting untuk mempertahankan aktivitas yang penting untuk kehidupan individu seperti :
a.    Makan (feeding)
b.    Berkelahi (fight)
c.    Melarikan diri (flight)
d.   Mempertahankan jenis (perkawinan, merawat, dan mengurus anak)

Emosi marah dan takut perlu untk mempertahankan diri. Seeokor binatang, anak, marah bila makanannya direbut oleh binatang lain. Anatomi yang terlihat pada emosi yaitu :
a.    Hipokampus
b.    Fosniks
c.    Korpus mamilare
d.   Nukleus anterior, talamus
e.    Gyrus singuli

2.3    Gangguan Fungsi Luhur
1.    Sindrom lobus prontalis
a.    Kerusakan area 44 (broca) apasia motorik
b.    Kerusakan daerah prefontal (9, 10, 11, 12)
1)   Gangguan tingkah laku
2)   Hilangnya sikap pantas teerhadap sekitarnya
3)   Kurangnya pengendalian diri
4)   Kurang inisiatif dan kreasi
5)   Tabulla (masa bodoh)
6)   Bersenang hati yang tidak sesuai (eforia)
7)   Berkelakar tidak pada tempatnya (witzelsucht)
8)   Menangis, tertawa, yang cepat berantian tanpa perasaan sedih dan gembira.

2.    Sindrom lobus parientalis
a.    Kerusakan pada area 5 dan 7 (pusat asosiasi, perabaan), tidak mengenal perabaan atau agnosia taktil.
b.    Kerusakan pada area 40 (astereo gobsis) yaitu hilangnya kemampuan mengenal dengan sensibilitas taktil, seperti tidak bisa membedakan bentuk, ukuran, dan susunan objek.

3.    Sindrom lobus oksipitalis
a.    Kerusakan pada area 7 (buta central)
b.    Kerusakan pada area 18 dan 19 (dominan korpus kulosum posterior)
c.    Kerusakan pada lobus oksipitalis dominan yaitu agnesia warna etapi tidak sama dengan buta warna
d.   Kerusakan pada bagian inferior lobus oksipitalis temporalis bilateral yaitu tidak mengenal wajah orag yang dikenal tetapi apabia mendengar suaranya aka mengenal orang itu
e.    Kerusakan pada bagian infero lateral lobus okspitalis dominan adalah simul taknosa yaitu tidak mengenal suatu objek secara utuh tetapi mengenal objek itu secara detail.

4.    Sindrom lobus temporalis
a.    Kerusakan pada pusat otak primer area 14 dan 42 yaitu tuli central atau kortikal,
b.    Kerusakan pada area wernike yaitu aphasa sensoris,
c.    Kerusakan pada temporalis kiri yaitu ganggua memori verbal dan agnosia musik.

5.    Narkolepsia
     Penderita dengan penyakit ini adalah orang yang dilanda oleh serangan tidur beberapa kali sehari. Penderita umumnya pria pada usia remaja mudah sampai dewasa dan manula. Penderita narkolepsia pada umumnya mengalami serangan mengantu setelah makan atau karena suasana fisiologik yang mempermudah seseorang tidur.


6.    Insomnia
Insomna terbagi atas beberapa bagian, sebagai berikut :
a.       Insomnia primer
        Umumnya penderita ini tidak mempunyai banyak kesulitan dan tampaknya sehat fal afiat. Seseorang dengan kelhan insomnia ini tidak selalu menunjukkan gejalah-gejalah objektif fenomena ini dapat diiringi oleh tanda-tanda neurologik seperti tremor jari-jari, pitosis ringan, raut muka yang hampa, suara yang bernada rendah, konjung tifa bola mata merah.
b.      Insomnia sekunder psikoneurotik
        Penderita biasana mengalami sakit kepala, pusing, perut kembung dan badan pegal. Lalu penderita ini mempunyai sejenis keluhan insomnia dimana tidurnya terganggu oleh banyak impian yang berlangsung dari saat jatuh tidur sampai bangun tidur pagi hari.
c.       Insomnia sekunder penyakit organik
        Adalah insomnia karna terganggu oleh penyakit organik. Penyakit yang sering mengganggu terlenanya seseorang yang mau tidur ialah penyakit ang diserai nyeri-nyeri pada jari.

7.    Koma
1)   Berdasarkan anatomi dan patofisiologi, koma dibagi menjadi dua, yaitu :
a.    Koma kortikal
                    Merupakan koma atau esefalopati metabolit atau gangguan fungsi lesisruktur korteks bihemisferik. Faktor penyebabnya antara lain sinkop, renjatan, hikoksia.
b.    Koma diensifalit
                    Terjadinya melalui mekanisme herniasi kulkus tentorial atau central. Penyebabnya antara lain: stroke, tumor otak, edemo otak, hidro sepalus, dan menginitis.

2)   Klasifikasi koma berdasarkan gambaran klinik
a.    Koma dengan defisit neurologik fokal
b.    Koma dengan tanda rangsangan meningeal
c.    Koma tanpa defisit neurologik fokal.





BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
      Fungsi luhur ialah otak yang menyebabkan manusia berkomunikasi satu sama lain melalui bicara, menulis, dan gerak isyarat. Pembagian fungsi luhur adalah sebagai berikut :
1.    Fungsi bahasa
2.    Fungsi Persepsi
3.    Fungsi Memori
4.    Fungsi Emosi
5.    Fungsi kognitif

Gangguan yang terdapat dalam fungsi luhur adalah, sebagai berikut :
1.    Sindrom lobus frontalis
2.    Sindrom lobus parientalis
3.    Sindrom lobus oksipitalis
4.    Sindrom lobus temporalis
5.    Narkoplesia
6.    Insomnia
7.    Koma

3.2    Saran
     Dengan ditulisnya makalah ini semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi yang membutuhkan makalah ini.



Daftar Pustaka

M. Mahar. 1971. Neurologi Dasar edisi kedua. Jakarta: PT. Dian Rakyat

Iswari Mega. 2010. Anatomi Fisiologi dan Neorologi Dasar. Padang: UNP Press

Tim Dosen Mata Kuliah Neurologi. 1996. Buku Ajar Neurologi Klinis edisi pertama.         Yogyakarta: Gajah Mada University Press

PENGARUH DINI TERHADAP TERJADINYA GANGGUAN PERILAKU DAN PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP TERJADINYA TUNALARAS


ORTOPEDAGOGIK GANGGUAN EMOSI DAN PRILAKU




Oleh :
Riza Febriyanti
Eldasnawati
Aghnes Monika Sari
Adi Suwirno



UNIVERSITAS NEGRI PADANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR BIASA
2013








DAFTAR ISI


Daftar Isi.........................................................................................................       1
Kata Pengantar................................................................................................       2

BAB I PENDAHULUAN
1.1            Latar Belakang.............................................................................       3
1.2            Rumusan Masalah........................................................................       3
1.3            Tujuan........................................................................................        3

BAB II PEMBAHASAN
          2.1     PENGARUH DINI TERHADAP TERJADINYA GANGGUAN                                                 PERILAKU......................................................................................................        4
          2.2     PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP TERJADINYA                                           TUNALARAS...........................................................................................................................           7


BAB III PENUTUP
          Daftar Pustaka.....................................................................................         9










KATA PENGANTAR


                Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberi rahmat dan kesehatan kepada kami sehingga kami dapat mendiskusikan dan menyelesaikan makalah dengan salah satu materi perkuliahan Ortopedagogik gangguan emosi dan prilaku .

            Didalam makalah ini penulis membahas mengenai bagaimana pengaruh lingkungan terhadap terjadinya gangguan emosi dan prilaku pada anak .
           
            Mudah – mudahan dengan mempelajari materi – materi yang ada dalam makalah ini menambah wawasan pembaca mengenai materi yang di paparkan sebagai salah satu materi pokok dalam mata kuliah .
                       
            Penulis juga sangat mengharapkan kritik dan saran pembaca,agar nantinya penulis dapat memperbaiki kesalahan – kesalahan dan kekurangan pada makalah ini.
                                                                             
                                                                            
                                                                            

                                                                            
                                                                              Padang , 24 Maret 2013
                                                                                               



                                                                                                                  Penulis,






BAB I
PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang

            Gangguan atau hambatan emosi dan perilaku yang terjadi pada anak itu disebabkan oleh beberapa faktor yaitu ada yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan ada juga yang disebabkan oleh faktor biologis yaitu faktor pernatal , natal dan posnatal . Dari berbagai banyak faktor tersebut tadi ada salah satu faktor yang sangat berpengaruh yaitu faktor lingkungan keluarga , jika faktor biologis mengalami gangguan , tetapi jika faktor lingkungan dan keluarga memberikan stimulus yang baik terhadap anak yang mengalami hambatan emosi dan perilaku tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa hambatan perilaku yang dialami anak tersebut dapaat diubah menjadi lebih baik lagi .
         
1.2    Rumusan Masalah
                        Apa saja faktor yang mempengaruhi terjadinya hambatan perilaku pada anak ,        lalu bagaimana pengaruh lingkungan terhadap hambatan yang di alami anak tersebut ?

1.3    Tujuan

                        Setelah mempelajari materi dalam makalah ini nantinya pembaca dapat       mengetahui faktor – faktor apa saja yang dapat mempengaruhi anak mengalami hambatan gangguan emosi dan perilaku . Dan juga nantinya dapat mengetahui apa             yang terganggu pada anak yang mengalami kebutuhan khususdi lapangan , terutama             anak dengan gangguan emosi dan perilaku atau yang di sebut dengan anak tunalaras .     





BAB II
PEMBAHASAN

A. Sebelum Lahir (Pranatal)

Ada 2 (dua) factor yang mempengaruhi terhadap terjadinya tunalaras sebelum lahir yaitu:

1 . Factor Ibu

     Ibu berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan janin yang ada dalam 
    rahimnya.Kegiatan dan keadaan ibu sehari-hari yang berpengaruh terhadap janin nya   
    antara lain:
            a. Penyakit.
            b. Keadaan gizi ibu.
            c. Keadaan emosi ibu.
            d. Radiasi.
            e. Pemakaian berbagai obat

2. Factor Turunan

Dalam bagian ini yang akan dibahas adalah pengaruh sifat-sifat yang diterima anak dari kromosom kedua orangtua nya terhadap perilaku anak setelah lahir. Para ahli genetika tingkah laku telah melakukan beberapa penelitian untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh turunan pada perilaku seseorang.Hasil penelitian melporkan bahwa sangat sulit untuk dapat menentukan secara pasti antara factor turunan dengan perilaku manusia, hal ini disebabkan norma masyarakat yang tidak meungkinkan melakukan perkawinan silang pada manusia, jumlah anak manusia pada setiap generasi umumnya sangat sedikit. Manusia pada umumnya mempunyai cirri-ciri fisik dan kecerdasan tertentu yang berbeda-beda tetepi berkesinambungan. Menurut Davidoff bahwa “cirri-ciri yang berkesinambungan ini tergantung baik pada factor turunan maupun pada factor lingkungan”.

B. Saat Lahir (Natal)

Proses kelahiran seorang bayi banyak mempengaruhi perkembangan anak dan seterusnya. Ada bayi yang lahir normal, tanpa kendala, tetapi ada pula bayi yang harus lahir dengan pertolongan alat-alat tertentu atau ibi yang mesti di operasi untuk melahirkan bayi nya.
Hambatan/ masalah dalam proses kelahiran bayi ini biasanya disebabkan oleh 2 (dua) faktor:


1.       Factor Ibu            
Pengaruh factor Ibu terhadap masa sebelum bayi dilahirkan (prenatal), yaitu mengenai pengaruh penyakit kronis yang di derita ibu pada saat hamil, keadaan gizi Ibu, emosi Ibu dan pemakaian obat-obatan serta minuman keras yang menyebabkan kerusakan pada bayi yang di kandung nya. Selain dari factor-faktor tersebut, Ibu yang hamil pada usia yang sangat muda biasanya kurang bisa menjaga kesehatan dirinya dan kesehatan kandungannya, sehingga menimbulkan masalah sewaktu melahirkan. Wanita-wanita yang berusia diatas 35 tahun, mempunyai resiko yang tinggi untuk mendapat masalah sewaktu melahirkan.
2.        Factor Bayi      
Lain lagi masalah yang ditimbulkan oleh bayi itu sendiri, misalnya bayi sunsang, bayi kembar, ataupun bayi yang cacat tubuh nyaseperti bayi dengan kepala yang sangat besar. Kebanyakan kecacatan yang dialami bayi sewaktu ia dilahirkan adalah akibat dari masa kehamilan (prenatal), namun tidak semuanya sebagaiakibat dari masa kehamilan. Bayi yang lahir sunsang dan harus di operasi dan bayi yang lahir kembar yang harus di operasi dapat menyebabkan bayi terkena akibat dari anestesi, sehinga bayi menjadi lesu, walaupun tidak sampai cacat.

C. Setelah Lahir (Postnatal)


Setelah bayi dilahirkan, ia mulaimemepunyai lingkungan kehidupan yang berbeda dengan lingkungan semasa di dalam kandungan ibu nya. Secara normal ia mulai beritegrasi dengan ibu nya, ayah nya dan saudara-saudaranya yang lain.
Factor setelah lahir (postnatal) yang berpengaruh terhadap perkembangan anak antara lain:

1. Factor Orangtua

Yang dimaksud faktor orangtua disini terutama adalah Bapak dan Ibu bayi tersebut. Besarnya pengaruh orangtua kepada perkembangan anak, agama Islam telah mengisyaratkan bahwa Bapak dan Ibu lah yang telah memberikan pola tingkah laku dan membangun watak anak nya.Ada beberapa sebab dini pada usia balita seorang anak menjadi tunalaras berkaitan dengan sikap Bapak dan Ibu nya:

a. Sikap Ibu    
Ada sikap inu yang tidak menunjang pekembangan perilaku anak yang baik, sehingga menyebabkan hubungan anak dan Ibu menjadi negatif dan mendorong terjadinya ketunalarasan anak. Sikap Ibu yang dapat menunjang pembentukan tingkah laku yang normal antara lain mencurahkan kasih sayang.      

b. Sikap Bapak           
Ada balita yang haus dan keringa kasih sayang dan perhatian Bapak. Bapak sering tidak pulang, kalau pulang mabuk-mabuk dan sering marah-marah sejak anak balita, anak telah menyaksikan tingkah laku yang kasar dan akhirnya menjadi contoh bagi anaknya.

2. Factor Saudara-Saudara Kandung 
Anak balita yan mempunyai beberapa saudara yang lebih besar atau mempunyai keluarga yang lebih besar, kerap dapat disaksikan maereka sering berebut mainan, cemburu, menyerang, berkelahi dan akhirnya sama-sama menangis. Para orangtua hendaklah bijaksana memberikan penarahan, agar tingkah laku anak sering bermusuhan dapat berubah menjadi saling kasih sayang.

3. Pengaruh Anggota Lain Dalam Keluarga  
Selain kesua bapak dan ibu anak tentu akan terpengaruhi oleh tingkah laku semua anggota keluarga yang ada di rumah. Akibatnya anak lebih banyak berintegrasi dengan keluarga yang lain di rumah dibandingkan dengan kedua orangtua, sehingga pola tingkah laku anak banyak ditentukan oleh anggota keluarga di rumah daripada kesua orangtua nya. 


4. Keadaan Sosial Ekonomi Keluarga           
Faktor sosial ekonomi keluarga berperan terhadap terjadinya anak tunalaras, masih banyak juga kita jumpai anak tunalaras dari orangtua yang berstatus ekonomi tinggi dan menengah.
A. Lingkungan Keluarga    
Keluarga adalah unit sosial terkecil yang memberikan dasar utama bagi perkembangan anak. Keluarga juga merupakan lembaga pertamadan utama dalam melaksanakan proses sosialisasi pembentukan pribadi anak. Keluarga memberikan pengaruh besar dalam pembentukan watak dan kepribadian anak, baik atau buruknya struktur keluarga memberikan dampak baik atau buruknya perkembangan jiwa dan jasmani anak.     
Situasi kehidupan keluarga yang memungkinkan timbulnya perilaku menyimpang (tunalaras) pada anak diantaranya adalah:
1. Disharmonisasi dalam keluarga dan rumah tangga yang berantakan         
Kurang harmonisnya dalm rumah tangga merupakan sumber yang subur timbulnya penyimpangan tingkah laku pada anak dan remaja, keadaan ini berakibat:         
a. Anak kurang mendapatkan perhatian, kasih sayang dan tuntutan pendidikan orangtua karena Bapak atau
    Ibu masing-masing sibuk mengurusi permasalahannya serta konflik batin sendiri.  
b. Kebutuhan anak, baik kebutuhan fisik maupun psikis tidak terpenuhi secara wajar.
c. Anak tidak dibiasakan dengan disiplin dan control diri yang baik di rumah yang sesuai dengan norma
    norma yangada dalam kehidupan masyarakat maupun norma-  norma agama.          

2. Pola kriminal orangtua       
Kebiasaan, sikap hidup,tradisi dan filsafat hidup orangtua besar sekali pengaruhnya dalam pembentukan kepribadian anak dalam keluarga, karena itu tingkah laku kriminal orang tua sangat mudah menular pada anak-anak nya.       

3. Sikap orangtua       
Gangguan tingkah laku pada anak dapat juga dikarenakan sikap orangtua yang menolak kehadiran anaknya di tengah-tengah mereka, sikap menolak ini bisa dikarenakan oleh perkawinan yang tidak bahagia atau kehadiran anak yang tidak diharapkan dalam keluarga. Sikap orangtua yang menolak itu dapat dilihat dari perilakunya dalam kehidupan sehari-hari:
a. Anak kurang diperhatikan dalam makanan, pakayan dan sekolah .
b. Kurang sabar terhadap anak dan cepat marah.      
c. Menghukum anak secara berlebihan.         
d. Sering diperlakukan berbeda dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain.        
e. Sering mengeluarkan perkataan dengan nada mengusir anak itu dari lingkungan keluarga.

B. Lingkungan Masyarakat
Pengaurh lingkungan masyarakat disebut juga pengaruh budaya atau kultur. kebudayaan yang menyangkut nilai-nilai, norma hukum dan adat istiadat yang diserap oleh anak dan remaja dalam kehidupannya. Faktor yang sngat merangsang terjadinya penyimpangan tingkah laku pada anak dan remaja adalah media massa, selain itu ada juga pengaruh lain yang tidak kurang pentingnya menjadi perhatian kita adalah berubahnya fungsi Ibu sebagai pendidik utama dan pertama dalam keluarga.  
Pengaruh urbanisasi, anak dan remaja datang dari desa untuk mengadu nasibnya ke kota, di kota mereka di tempat-tempat yang kumuh, masyarakatnya miskin, dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan fasilitas yang sngat kurang, dapat memberikan tekanan-tekanan tertentu kepada mereka, seperti tekanan batin karena kehidupan yangsusah.

C. Lingkungan Sekolah         
Sekolah adalah suatu lembaga pendidikan yang sangat penting dimana anak di didik untuk menjadi anggota masyarakat yang baik. Kondisi sekolah yang tidak menguntungkan antara lain adalah:      
1. Lngkungan fisik yang kurang memenuhi persyaratan.      
2. Disiplin dekolah yang kaku dan tidak konsisten.  
3. Guru yang itdak simpatik. 
4. Masalah kurikulum sekolah.           
5. Masalah metode dan teknik mengajar.      

Gangguan yang dialami dalam proses perkembangan anak dan remaja sebagai akibat dari perlakuan dan sikap lingkungan yang tidak wajar, sehingga untuk mengatasinya mereka kadang-kadang mencuba melakukan pelarian dan pembelaan diri.
BAB III
PENUTUP

Daftar Pustaka

nafsiah ibrahim & rohana aldi (1996), etiologi dan terapi anak tunalaras, Jakarta, ppta, ditjen dikti, depdikbut.