Minggu, 31 Maret 2013

Makalah Anatomi Fisiologi Sistem Saraf


DASAR – DASAR NEUROLOGI
 Anatomi Fisiologi Sistem Saraf
( Kelompok 2 )



 
Oleh :
Riza Febriyanti
Eldasnawati
Ima Fitriani
Monaraisa
Adi Suwirno

UNIVERSITAS NEGRI PADANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR BIASA
2013


DAFTAR ISI


Daftar Isi.........................................................................................................     2
Kata Pengantar................................................................................................    3

BAB I PENDAHULUAN
1.1            Latar Belakang...........................................................................       4
1.2            Rumuasan Masalah....................................................................      4
1.3            Tujuan........................................................................................      4

BAB II PEMBAHASAN
          2.1     Anatomi Fisiologi Sistem Saraf ................................................       5
          2.2     Anatomi Fisiologi Sistem Saraf Pusat.......................................       6
          2.3     Anatomi Fisiologi Sistem Saraf Tepi........................................   13
          2.4     Anatomi Fisiologi Sistem Saraf Otonom..................................   15

BAB III PENUTUP
          3.1     Kesimpulan................................................................................   17
          3.2     Kritik dan Saran.........................................................................   17

Daftar Pustaka...............................................................................................   18











KATA PENGANTAR


                Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberi rahmat dan kesehatan kepada kami sehingga kami dapat mendiskusikan dan menyelesaikan makalah dengan judul materi “Anatomi Fisiologi Sistem Saraf“ yang diambil dari salah satu materi perkuliahan yaitu  Dasar – Dasar Neurologi.
            Didalam makalah ini penulis membahas mengenai anatomi dan fisiologi atau bagian dan fungsi sistem saraf itu sendiri.Sistem saraf tersebut diantaranya sistem saraf pusat,saraf tepi dan saraf otonom.
            Mudah – mudahan dengan mempelajari materi – materi yang ada dalam makalah ini menambah wawasan pembaca mengenai materi yang di paparkan sebagai salah satu materi pokok dalam mata kuliah Dasar – Dasar Neurologi .     
            Penulis juga sangat mengharapkan kritik dan saran pembaca,agar nantinya penulis dapat memperbaiki kesalahan – kesalahan dan kekurangan pada makalah ini.
                                                                             
                                                                            
                                                                            

                                                                              Padang , 18 Februari 2013
                                                                            



                                                                                            Penulis


                                                                  
                                                                            
                                                                                           



BAB I
PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang

          Dalam mata kuliah dasar – dasar neurologi kita harus mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan neurologi atau ilmu yang mempelajari saraf,pengetahuan ini nantinya juga sangat berguna bagi para calon pendidik,terutama untuk pendidikan luar biasa.Karna anak yang terlahir dengan kebutuhan khusus sangat di pengaruhi oleh keaadan neurologi mereka,dan hal tersebutlah yang melatarbelakangi kenapa materi ini wajib untuk di pahami dan di mengerti.Karna nantinya kita akan melihat fakta – fakta di lapangan mengenai anak – anak yang mengalami kebutuhan khusus tersebut,dan kita nantinya juga dapat mengetahui saraf apa terganggu pada tubuh mereka.Untuk mengetahui itu kita perlu mempelajari dan memahami sistem saraf itu sendiri,dan juga bagian – bagian dari saraf itu sendiri serta fungsi masing – masing dari bagian saraf tersebut.Sehingga nantinya ketika kita sebagai pendidik turun kelapangan dan melihat fakta yang terjadi mengenai anak – anak yag mengalami khusus kita tahu,apa yang menyebabkan mereka seperni ini, dan bagian saraf apa yag terganggu pada peserta didik kita nantinya.

1.2           Rumusan Masalah

a.    Apa saja anatomi dan fisiologi sistem saraf ?
b.    Apa saja anatomi dan fisiologi sistem saraf pusat ?
c.    Apa saja anatomi dan fisiologi sistem saraf tepi ?
d.   Apa saja anatomi dan fisiologi sistem saraf otonom ?

1.3           Tujuan

            Setelah mempelajari materi dalam makalah ini nantinya pembaca dapat mengetahui bagian – bagian dari sitem saraf serta fungsi masing – masign dari sistem saraf yang terdiri dari sistem saraf pusat,sistem saraf tepi,dan sistem saraf otonom. Dan juga nantinya dapat mengetahui fungsi saraf apa yang terganggu pada anak yang mengalami kebutuhan khususdi lapangan.        



BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Anatomi Fisiologi Sistem Saraf

            Sistem saraf merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi yang bertugas menerima rangsangan,menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh,serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut.
Pengaturan penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera,pengolah rangsangan dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang datang dilakukan oleh sistem saraf dan alat indera.
            Rangsangan dapat berasal dari luar tubuh (eksternal) misalnya suara,cahaya,bau, panas,dingin,manis,pahit dan sebagainya.Sedangkan rangsangan yang berasal dari dalam tubuh disebut juga rangsangan internal,misalnya rasa haus,lapar,dan nyeri.

Gambar 1.1

            Pada gambar 1.1 di jelaskan bahwa sensor yang diterima melalui reseptor masuk melaui Sistem saraf perifer,saraf perifer adalah bagian dari sistem saraf yang terdiri dari sel – sel yang membawa informasi ke (sel saraf sensorik) dan dari (sel saraf motorik) sistem saraf pusat (SSP).Sel – sel  sistem saraf sensorik mengirim informasi ke SSP dari organ-organ internal atau dari rangsangan eksternal. Sel-sel sistem saraf motorik membawa informasi dari SSP ke organ, otot, dan kelenjar. Saraf perifer meliputi 12 saraf kranial, saraf tulang belakang, dan saraf otonom yang mengatur otot jantung, otot-otot di dinding pembuluh darah, dan kelenjar. Kemudian di olah didalam sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan sum – sum tulang belakang .


2.2 Anatomi Fisiologi Sistem Saraf Pusat
                Seluruh aktivitas tubuh manusia dikendalikan oleh sistem saraf pusat. Sistem ini yang mengintegrasikan dan mengolah semua pesan yang masuk untuk membuat keputusan atau perintah yang akan dihantarkan melalui saraf motorik ke otot atau kelenjar. Sistem saraf pusat terdiri dari :
A.    Otak
Gambar 1.2


Otak dilindungi oleh tulang tengkorak serta dibungkus membran jaringan ikat yang disebut meninges. Meninges terdiri dari 3 lapisan yaitu :
a.       Dura mater adalah meninges luar, terdiri atas jaringan ikat padat. Dura mater dipisahkan dari araknoid oleh celah sempit, disebut ruang subdural. Permukaan dalam dan luar dura mater dilapisi epitel selapis gepeng yang asalnya dari mesenkim.
b.      Arachnoidea mater bentuknya seperti jaring laba-laba. Terdiri atas jaringan ikat tanpa pembuluh darah. Permukaannya dilapisi oleh epitel selapis gepeng. Memiliki 2 komponen, yaitu lapisan yang berkontak dengan dura mater dan sebuah sistem trabekel yang menghubungkan lapisan itu dengan pia mater.Rongga di antara trabekel membentuk ruang subaraknoid, yang terisi cairan serebrospinal (CSF). Pada beberapa daerah, araknoid menerobos dura mater, membentuk juluran-juluran yang berakhir pada sinus venosus dalam dura mater. Juluran ini (yang dilapisi oleh sel-sel endotel dari vena) disebut vili araknoid, fungsinya ialah untuk menyerap cairan serebrospinal ke dalam darah dari sinus venosus.
c.       Pia mater terdiri atas jaringan ikat longgar yang mengandung banyak pembuluh darah. Pia mater dilapisi oleh sel-sel gepeng yang berasal dari mesenkim. Pia mater menyusuri seluruh lekuk permukaan SSP dan menyusup ke dalamnya untuk jarak tertentu bersama pembuluh darah. Pembuluh darah menembus SSP melalui terowongan yang dilapisi oleh pia mater, disebut ruang perivaskular. Pia mater lenyap sebelum pembuluh darah ditransformasi menjadi kapiler.
                Bagian – bagian otak :
1.       Korteks cerebrum (cerebral cortex)
fungsinya :
·         Persepsi sensorik
·         Kontrol gerakan volunteer
·         Kemampuan berbahasa
·         Sifat dan kepribadian
·         Berpikir, memori, pembuatan keputusan, kreatifitas, dan kesadaran diri

2.       Ganglia basalis
·      Koordinasi gerakan berulang dan lambat
·      Supresi gerakan yang tidak dibutuhkan
3.       Thalamus
·         Stasiun relay input sensorik
·         Kesadaran terhadap sensasi
·         Kesadaran
·         Berperan dalam control motorik

4.       Hipothalamus
·         Regulasi fungsi homeostatic seperti control suhu, rasa haus, pengeluaran urin, dan rasa lapar
·         Penghubung antara sistem saraf dan sistem endokrin
·         Pengatur emosi dan pola sifat dasar

5.       Cerebellum
·         Keseimbangan
·         Pengaturan tonus otot
·         Koordinasi pergerakan

6.       Batang otak (mesenchepalon, pons, dan medulla oblongata)
·         Tempat keluar nervus cranialis
·         Pusat pernapasan, kardiovaskular, dan pencernaan
·         Pengaturan refleks otot yang berhubungan dengan kesembangan dan postur
·         Penerima dan pengintregasi input sinaptik dari medulla spinalis, aktivasi korteks cerebrum
·         Pengatur siklus tidur









Secara umum, terdapat 4 lobus pada otak yaitu lobus frontalis, parietalis, temporalis, dan occipital. Tabel di bawah ini menjabarkan fungsi korteks serebri masing-masing lobus.



Lobus
Letak
Fungsi
Frontalis



Anterior sulkus frontalis
1.    Aktivitas motorik volunter pada sisi tubuh yang berlawanan (terletak di gyrus presentralis).
2.    Sebagai area bicara motorik yang sering disebut area broca (terletak di gyrus frontalis inferior).
3.    Elaborasi pikiran
Parietalis
Di sulkus sentralis
Bertanggung jawab dalam area sensoris yaitu menerima dan mengintreprestasikan sensasi nyeri, raba, tekanan dari permukaan tubuh (terletak di gyrus postsentralis).
Temporalis
Di sebelah lateral
Menerima dan menginterprestasikan suara.
Area wernicke yang berfungsi sebagai area pemahaman bahasa (asosiasi) afasia reseptif.
Occipitalis
Posterior occipital
Area visual primer yang berfungsi menerima informasi dari retina mata.
Area asosiasi visual yang berperan untuk menginterprestasikan pengalaman visual.



























Bagian otak lainnya :

a.       Otak besar (cerebrum)

Otak besar mengisi penuh bagian depan dari rongga tengkorak, dan terdiri dari dua belahan (hemifer) besar, yaitu belahan kiri dan belahan kanan. Belahan kiri mengatur tubuh bagian kanan, sebaliknya belahan kanan mengatur tubuh bagian kiri. Otak besar terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan luar (korteks) yang berisi badan neuron dan lapisan dalam yang berisi serabut saraf yaitu dendrit dan neurit. Otak besar merupakan saraf pusat yang utama.Setiap aktivitas akan dikendalikan oleh bagian yang berbeda, yaitu: Lobus frontalis (daerah dahi), berhubungan dengan kemampuan berpikir. Lobus temporalis (daerah pelipis), dan ubun-ubun mengendalikan kemampuan berbicara dan bahasa. Daerah belakang kepala merupakan pusat penglihatan dan memori tentang apa yang dilihat. Daerah ubun-ubun selain sebagai pusat berbicara juga pusat untuk merasakan dingin, panas, dan rasa sakit. Daerah pelipis selain sebagai pusat bicara juga sebagai pusat pendengaran.

b.Otak tengah (midbrain)

Otak tengah manusia berukuran cukup kecil,dan terletak didepan otak kecil. Otak tengah berperan dalam pusat pergerakan mata, misalnya mengangkat kelopak mata, refleks penyempitan pupil mata.




c. Otak belakang (hindbrain)

Otak belakang terdiri atas tiga bagian utama yaitu : 

- Jembatan Varol (pons Varolli),
Jembatan Varol berisi serabut yang menghubungkan lobus kiri dan lobus kanan otak kecil, menghubungkan antara otak kecil dengan korteks otak besar.
- Otak kecil (serebelum),
Otak kecil, terletak di bawah bagian belakang otak belakang. Otak kecil berperan sebagai pusat keseimbangan, koordinasi kegiatan otak, koordinasi kerja otot dan rangka.
- Sumsum lanjutan (medula oblongata).
Sumsum lanjutan membentuk bagian bawah batang otak, berfungsi sebagai pusat pengatur refleks fisiologis, misalnya pernapasan, detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, gerak alat pencernaan, gerak refleks seperti batuk, bersin, dan mata berkedip.
Ketiga bagian otak belakang ini membentuk batang otak.


B.     Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
            Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas-ruas tulang belakang,yaitu lanjutan dari medula oblongata memanjang sampai tulang punggung tepatnya sampai ruas tulang pinggang kedua (canalis centralis vertebrae). Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai pusat gerak refleks, penghantar impuls sensorik dari kulit atau otot ke otak, dan membawa impuls motorik dari otak ke efektor. Di dalam tulang punggung terdapat sumsum punggung dan cairan serebrospinal. Pada potongan melintang bentuk sumsum tulang belakang tampak dua bagian yaitu bagian luar berwarna putih sedang bagian dalamnya berwarna abu-abu. Bagian luar berwarna putih karena mengandung dendrit dan akson dan berbentuk seperti tiang, sedangkan bagian dalam berwarna abu-abu berbentuk seperti sayap atau huruf H. Sayap (huruf H), yang mengarah ke perut disebut sayap ventral dan banyak mengandung neuron motorik dengan akson menuju ke efektor. Sedangkan sayap yang mengarah ke punggung disebut sayap dorsal, mengandung badan neuron sensorik.
            Saat memasuki medulla spinalis, serabut saraf sensorik akan dipisahkan menjadi tractus di substansia alba. Beberapa serabut saraf berperan menghubungkan segmen-segmen medulla spinalis sedangakn serabut yang lain naik menuju ke otak. Berkas serabut saraf yang berjalan menuju otak inilah yang disebut tractus ascenden. Tractus ascenden menghantarkan informasi aferen baik yang disadari maupun tidak. Informasi ini dapat dibagi menjadi informasi eksteroseptif (input dari luar tubuh seperti nyeri, suhu dll.) dan proprioreseptif (input dari dalam tubuh seperti dari otot atau sendi). Berikut nama tractus ascenden dan rangsang yang dibawa:
1.    Tractus spinothalamicus lateralis                   : jaras nyeri dan suhu.
2.    Tractus spinothalamicus anterior                   : jaras raba dan tekanan ringan.
3.    Tractus spinocerebellaris posterior                : jaras sensasi sendi otot ke cerebellum.
4.    Tractus spinocerebellaris anterior                 : jaras sensasi sendi otot ke cerebellum.
5.    Tractus cuneocerebellaris                             : jaras sensasi sendi otot ke cerebellum.
6.    Tractus spinotectalis                                      : jaras refleks spinovisual
7.    Tractus spinoreticularis                                 : mempengaruhi kesadaran.
            Tractus descenden merupakan serabut saraf yang turun di dalam substansia alba dari berbagai pusat saraf. Berikut nama tractus descenden dan fungsinya:
1.    Tractus corticospinalis                                :jaras gerakan volunter
2.    Tractus reticulospinalis                               : memfasilitasi dan menghambat aktivitas                                                                              refleks dan gerakan volunter.
3.    Tractus tectospinalis                                 : respon stimulus visual.
4.    Tractus rubrospinalis                 : antigravitasi
5.    Tractus vestibulospinalis          : memfasilitasi otot ekstensor, menghambat otot fleksor                                                            dan keseimbangan.
6.    Tractus olivospinalis                  : belum diketahui, berhubungan dengan aktivitas otot



2.2 Anatomi Fisiologi Sistem Saraf Tepi


            Sistem Saraf Tepi (Sistem saraf Perifer) Sistem saraf tepi adalah lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls saraf menuju ke dan dari sistem saraf pusat. Saraf perifer meliputi 12 saraf kranial, saraf tulang belakang, dan saraf otonom yang mengatur otot jantung, otot-otot di dinding pembuluh darah, dan kelenjar.
Berdasarkan cara kerjanya sistem saraf tepi dibedakan menjadi dua yaitu :
a.     Sistem saraf sadar atau somatik
Yaitu sistem saraf yang mengatur segala gerakan yang dilakukan secara sadar atau dibawah koordinasi saraf pusat atau otak. Berdasarkan asalnya sistem saraf sadar dibedakan menjadi dua yaitu:
sistem saraf kepala (kranial) yang terdiri dari :



 sistem saraf tulang belakang (spinal) yang terdiri dari : 

Jumlah
Medula spinalis daerah
Menuju
7 pasang
Serviks
Kulit kepala, leher dan otot tangan
12 pasang
Punggung
Organ-organ dalam
5 pasang
Lumbal/pinggang
Paha
5 pasang
Sakral/kelangkang
Otot betis, kaki dan jari kaki
1 pasang
Koksigeal
Sekitar  tulang  ekor

b.    Sistem saraf tak sadar
Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung.
Sistem saraf otonom terdiri atas :
·         sistem saraf simpatik
Sistem saraf simpatik disebut juga sistem saraf torakolumbar, karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang. Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah untuk mempercepat denyut jantung, memperlebar pembuluh darah, memperlebar bronkus, mempertinggi tekanan darah, memperlambat gerak peristaltis, memperlebar pupil, menghambat sekresi empedu, menurunkan sekresi ludah, dan meningkatkan sekresi adrenalin. Sistem ini mengatur fungsi kelenjar keringat dan merangsang sekresi glukosa dalam hati. Sistem saraf simpatik diaktifkan terutama dalam kondisi stres. Bandingkan sistem saraf parasimpatik.

·      sistem saraf parasimpatik.
Sistem saraf parasimpatik adalah bagian dari sistem saraf otonom yang cenderung bertindak berlawanan terhadap sistem saraf simpatik. Sistem saraf parasipatik disebut juga dengan sistem saraf kraniosakral, karena saraf preganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral. Susunan saraf parasimpatik berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Urat sarafnya menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik. Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat denyut jantung, sedangkan pada sistem saraf parasimpatik akan memperlambat denyut jantung

2.3 Anatomi Fisiologi Sistem Saraf Otonom

Sistem saraf tak sadar disebut juga saraf otonom adalah sistem saraf yang bekerja tanpa diperintah oleh sistem saraf pusat dan terletak khusus pada sumsum tulang belakang. Sistem saraf otonom terdiri dari neuron-neuron motorik yang mengatur kegiatan organ-organ dalam, misalnya jantung, paru-paru, ginjal, kelenjar keringat, otot polos sistem pencernaan, otot polos pembuluh darah. Berdasarkan sifat kerjanya, sistem saraf otonom dibedakan menjadi dua yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik. Saraf simpatik memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang yang menempel pada sumsum tulang belakang, sehingga memilki serabut pra-ganglion pendek dan serabut post ganglion yang panjang. Serabut pra-ganglion yaitu serabut saraf yang yang menuju ganglion dan serabut saraf yang keluar dari ganglion disebut serabut post-ganglion. Saraf parasimpatik berupa susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Sebelum sampai pada organ serabut saraf akan mempunyai sinaps pada sebuah ganglion seperti pada bagan berikut. Saraf parasimpatik memiliki serabut pra-ganglion yang panjang dan serabut post-ganglion pendek. Saraf simpatik dan parasimpatik bekerja pada efektor yang sama tetapi pengaruh kerjanya berlawanan sehingga keduanya bersifat antagonis.
Contoh fungsi saraf simpatik dan saraf parasimpatik antara lain: Saraf simpatik mempercepat denyut jantung, memperlambat proses pencernaan, merangsang ereksi, memperkecil diameter pembuluh arteri, memperbesar pupil, memperkecil bronkus dan mengembangkan kantung kemih, sedangkan saraf parasimpatik dapat memperlambat denyut jantung, mempercepat proses pencernaan, menghambat ereksi, memperbesar diameter pembuluh arteri, memperkecil pupil, mempebesar bronkus dan mengerutkan kantung kemih.

BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Sistem saraf merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi yang bertugas menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut. Pengaturan penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera, pengolah rangsangan dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang datang dilakukan oleh sistem saraf dan alat indera.
Setiap impuls saraf akan berhubungan dengan sistem saraf, yang terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar atau sistem saraf otonom, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema berikut:


3.2 Kritik dan Saran

            Setelah membaca dan memahami materi yang ada dalam makalah ini,gambar yang kami sajikan masih belum cukup lengkap.Jadi pembaca silakan menambahkan isi materi kepada kelompok kami. Dan juga disarankan untuk membandingkan materi yang ada dalam makalah dengan buku sumber yang ada.Karena sebagai penulis kami hanyalah manusia yang tidak luput dari kesalahan, baik itu kesalahan dalam penyampaian materi ataupun pengetikan.

Daftar Pustaka

Iswari. Mega.2010. Anatomi Fisiologi dan Dasar Neurologi (Dasar Ilmu Faal dan Saraf   untuk Pendidikan Luar Biasa). Padang : UNP Press
Pearce. Evelyn.C. 2002. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis.
            Jakarta :PT. Gramedia

Diakses pada 14 februari 2013 : http://soerya.surabaya.go.id/AuP/e-            DU.KONTEN/edukasi.net/SMA/Biologi/Sistem.Saraf.Manusia/materi5.html

Daftar gambar diakses pada 9 februari 2013 : http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0086%20Bio%202-9e.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar